Tampilkan postingan dengan label puisi unanti. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi unanti. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Januari 2012

Cinta Pergi



                                                                   Karya : Mujiati
                                                        NP : 0842110003

Kesetiaan yang kau berikan begitu menyakitkan
Seribu janji palsu yang mampu membius saraf
Dan melemahkan seluruh urat nadiku
Kini ku tenggelam dalam kesedihan
Terbawa angina malam . . .
Mengapa malam harus hitam dan kelam
Sulit untukku menggapaimu
Oh . . . gemerlap siribu bintang
Ingin rasanya hari menjadi terang
Dan angina membawamu pergi
Bahagiaku bersamamu . . . Oh Sepi . . .


*Mahasiswi Universitas TRidinanti Palembang

SAYANGI AKU



Nailah
Maafkan ku telah melupanmu maafkan ku tidak merawatmu
Kau menjadi kotor, dan polusi karena ku
Maafkan ku telah  merusakmu, maafkanlah perbuatan ku
Kau seperti ini karena salah ku
Aku terlena dengan kesibukanku, seolah  tidak membutuhkanmu
Aku menyesal, aku menangis, aku tidak mau  kehilanganmu
Kau berikan kehidupan bagiku, aku hidup karenamu
Dimanakah rasa itu lagi, aku tidak mau kau mati karnaku
Maafkanlah salahku...
Aku berjanji akan lebih mempedulikanmu
Tidak akan kubiarkan kau tergantikan dengan gedung-gedung megah
Aku dan kamu tidak akan punah
Kami sayang lingkungan

*Mahasiswi Universitas Tridinanti Palembang

JIWAKU SEBAGAI LAMBANG

JIWAKU SEBAGAI LAMBANG
Karya Nailah
Ketika hening telah terpancar
Sinar cakrawalapun telah menerangi
Tergores sudah semangat dalam diri
Tercipta sudah kata keindahan
Dalam tubuh yang terbungkus lain putih dan merah
Kau hidup dalam duniamu
Sehingga jiwaku sebagai lambang
Dan keringatku sebagai tulisan
Seiring pergantian siang dan malam
Terdengar sudah lolongan dalam doa
Agar semuanyatetap berdiri pada kenyataan
Biarpun kau sisihkan jiwaku.....namun lambang tulisan  dalam keringat tetap terjalin

*Mahasiswi Universitas Tridinanti Palembang


KEBENCIAN



KARYA: NAILAH

Ketika bayang hadir di depan ku
Dara yang mengalir ditubuhku terasa bergemuruh
Bagaikan ombak di laut lepas
Dalam sepi tanpa adanya kasih dan sayang darimu
Kusimpan rasa yang berkecamuk dalam dada
Kau tabur racun dalam hidupku
Sehingga hidupku terdampar di dunia kebencian
Ku tercipta dari darahmu sehingga tumbuh besar
Namun seketika kau hancurkan semuanya
Sehingga meninggalkan goresan rasa dalam jiwa
Terluka rasa dalam jiwa, tersemai duka dalm tawa
Dan terselip luka dalam canda

*Mahasiswi Universitas Tridinanti Palembang