Rabu, 11 Januari 2012

MAHALNYA NILAI KEJUJURAN”


“MAHALNYA NILAI KEJUJURAN”
KARYA: NAILAH

Di suatu ruangan salah satu gudang kantor tempat kerjanya juli terjadi kesalah pahaman antara bawahan dengan atasan pada bagian gudang PT AIR MANCUR. Awal mulanya juli sebagai ketua staf gudang bertanya kepada salah seorang karyawan lainya kemanakah barang yang di tanyakan oleh bosnya, dengan nada yang agak menyinggung atau bernada tinggi……..
Pak Heru ;   Bapak minta tolong tanyakan kepada si edi kemarin pagi ada pengiriman yang belum di sampaikan dan dia suda menanyakan kenapa sudah dua hari belum nyampe juga………?????  ( Pinta  pak Heru pada Juli ).
Juli :                 Terdiam sejenak…..( nanti pak saya Tanya sama miki) jawab si Juli…..
Pak Heru :    Ya bapak tunggu informasi secepaatnya…soalnya bapak gak enak kalau dia nanya lagi…….(desaknya pada juli).
Untuk beberapa waktu kemudian antara pak heru dan juli terdiam, dan kembali kepekerjaan masing-masing. Entah beberapa jam kemudian Pak Heru kebali turun dari ruangannya dan kembali menanyakan masalah barang yang belum disampaikan oleh salah satu kurirnya.
Pak Heru  :     Bagaimana juli suda ada perkembangan atau informasi tentang barang yang belum sampai ketujuan kemarin….!!!!.
Juli :                Dengan tegas ia menjawab ( belum pak kemungkinan barang tersebut ada yang mengambilnya alias tidak di berikan kepada pemiliknya). Ketiga karyawan lainnya memandang ke Juli yang sedang berbicara kepada Pak Heru.
Dengan serentak mereka menjawab…..(ah yang bener juli nanti ada yang tersinggung….) jawab ke tiga karyawannya.
Pak Heru  :     Juli dan yang lainnya juga harus bisa menemukan di mana keberadaan barang          pelanggan kita tersebut, kalau itu terbukti hilang berarti bapak harus mmengganti barang yang hialang tersebut…
Juli :                 ya pak tapi barang itu kemarin jelas sudah di antar oleh miki….di bawa menggunakan mobil bok…(ujarnya sambil melirik enak ‘’nama salah satu staf kantor’’).
Semuanya terdiam melihat miki dan erman datang dan memberikan penjelasan bahwa barang tersebut sudah diantar dan sudah sampai di tangan penerima…..
Miki :              Pak saya mohon maaf….kemarin barangnya sudah saya antar ketujuan…dan yang menerima saudara yang di tuju…(dengan suara meyakinkan.
Pak Heru :     Sebenarnya bapak itu marah bukan masalah barangnya tapi masalah urusannya dan barang tersebut harganya mahal…untuk barang tersebut harganya bisa sampai dua jutaan…(dengan nada keras..)
Miki :              Dengan wajah yang gelisah dan sedikit pucat dia pamitan pada…..pak heru dan yang lainnya.
Erman :          Miki …..!!!  kemarin barang yang kita ambil itu isinya hp yang harganya dua jutaan….ujarnya dengan suara pelan….
Miki :              benerjuga kamu ternyata bos kita percaya kalau paket yang di kirim itu sudah kita berikan….!!
Erman :          Mik…..aku jadi kepikiran bagaimana cara kita selanjutnya dapat mengambil barang lgi…?? Sambil berpikir dan berusaha dapat inspirasi yang baru agar dapat mengambil  barang- barang  yang lainnya. ..(erman tesenyum-senyum).
Miki :              Ya man, sebaiknya kita untuk sementara jangan beraksi….dulu!!!
Lama miki dan erman tidak beraksi…..mereka di mata bosnya selalu bekerja dengan baik. Sehingga bosnya ”pak Heru” selalu menganggap mereka baik. Selama tiga kali mereka beraksi dengan menghilangkan barang pelanggan  yang dengan kerugian  cukup besar juga. Selalu ia tutupi dengan gnti rugi berapapun biayanya tetap bos ganti….
Erman :          memberikan keterangan bahwa di gudang kantor ada yang menyelusup……(katanya dengan nada yang di curigai)
Miki :              …..ia datang dengan menambahkan keyakinan tentang keterangan temannya “erman”
Pak Heru  :    babak itu bukannya mau menuduh kalian tapi bapak mohon jujur di mana barang   
                        tersebut….itu saja (jelasnya).
Erman : ……Terdiam dengan merundukkan kepala….(sambil menggerutu dalam hati).
Pak Heru :  Ya sudah kalau kalian tidak ada yang mau mengakui itu semua babak tunggu 
         sampai besok…masalahnya akan panjang dan rumit…. Ancamnya.
Keduanya terdiam tanpa ada yang berani mengeluarkan suara…
Sementara mereka terdiam datanglah enak dan ali…..sambil melirik mereka dan bertanya? Memengnya yang mengntarkan barang kemarin itukan kamu…. Miki!!!!..dan yang masuki barang itu aku jawab joni dari belakang mereka….
Enak :           Masalahnya no kode barang barang itu sudah sudah terkirim yaaa….tidak mungkin    
                     bukti penyerahan dan no barang tersebut tidak sampai anehkan….????
Ali :              ya sudah kalau semuanya tidak mengetahui barang tersebut kalian harus menjadi       
                    saksi karena tadi saya dengar bos kita sudah melapor ke berita acara.! Jelasnya.
Enak :    ya itu semua akan berakibat kepekerjaan kalian,…….kalian kemungkinan akan di  
keluarkan dari kantor ini…itu kalau tidak memberikan penjelasan, dan masalah  ini bukal hal yang pertamanya melainkan yang ketiga kalinya….ungkapnya dengan nada yang meyakinkan.
Pak Heru :      yang jelas kalian berdua ikut bapak ke kantor polisi guna memberikan penjelasan 
yang sebenarnya kepada pelanggan kita….dengan siapa kalian memberikannya dan nantinya orangitu akan di panggil juga….
Miki :              ya pak kami akan ikut dengan bapak….!!!!!
Erman :          Ia saya juga……
Pak Heru :     Baiklah kalau begitu sekarang juga kita berangkat….
                        Merekapun berangkat menuju kepolisian….
Enak :             makanya jangan sembangan mereka pikir  semuanya itu akan mulus saja….ya enggak mungkinlah, sepandai- pandainya tupai melompat pasti akan jatoh juga…sembari mengangkat barang-barang.
Ali :                 sebenarnya kita kerja dan mau di suruh sama bos aja pasti dapat seseran……ya tiadak!!!!
Enak :             ya juga see…….
Tidak lama kemudian Pak Heru, Miki, dan Erman sudah kembali dari kantor polisi.
Pak heru :      Bapak tidak mau tau saya ingin semuanya bertanggung jawab, sebab kalau kalian 
tidak mau tanggung jawab kalian akan d penjara!!!.. siapa yang mengantar barang kemarin harus bertanggung jawab habis sudah kesabaran saya,…..sudah tiga kali kejadian ini selalu bapak tutupi dengan harapan kalian akan bertanggung jawab (unggapnya dengan nada marah ).
Miki :             Ya pak yang kemarin ngantar barang memang saya tapi saya suda berikan pada 
                       penerima….!! Jelasnya dengan nada keras.
Pak heru :     Ya tapi kejadian ini sudah tiga kali jawabnya dengan nada tinggi dan
 kesal……!!!! 
Kamu pikir bapak tidak tau apa….!!!
Erman :      Bapak tidak usah marah-marah kami juga akan mengakui kalau yang ngambil
barang itu benar adanya….ok kami akan bertanggung jawab, tapi ada syaratnya….?
Pak heru :    tapi apa syaratnya….!!!
Miki :              Bapak itu memang asal nuduh aja….’’mencoba untuk berkilah dari kenyataan’’.
Erman :       Syaratnya jangan kelurkan kami!!…itu aja dan masalah ganti rugi potong aja gaji 
kami perbulan…….
Pak heru :      Oke…bapak akan pertimbangkan itu….sembari merunduk dengan perasaan kesal.
Erman dan Miki merunduk dengan arah yang memohon maaf sambil berkata….pak kami memang bersalah telah berbohong dan telah membuat bapak marah, menyebabkan kerugian bagi bapak……. !!!
Enak :             Ya kalau menurut saya lebih baik selesaikan saja apa yang terbaik menurut bapak biar semuanya tidak  merasa di rugikan dengan nada menyindir Miki dan Erman.
Ali   :      Ya pak Enak ada benarmya juga…masalah ini sudah tiga kali terjadi, kemungkinan masalah ini sudah di rencanakan…..jelasnya. 
Miki    :          Merundukkan kepala dan terdiam…tanpa sepatah katapun….
Erman :      Baiklah kalau kami yang salah kami akan keluar sekarang juga ‘’ucapnyadengan 
                    nada keras “!!!
Miki  :      Sekarang juga kami langsung keluar dari kantor…..ucapnya sambil menampar
      meja  dengan kerassembari berlalu.
Miki dan Erman pun berlalu dengan perasaan yang marah-marah dan hampir tidak ada rasa penyesalan dengan keputusan yang telah mereka lakukan. Seluruh teman-temannya terdiam saling berpandangan. Sementara itu pak heru hanya bisa menjawab bapak hanya ingin kalian jujur dan tidak melakukan pencurian…..jika mereka benar-benar mengundurkan diri bapak akanmencari penggantinya. Bapak tidak ada toleranlagi sebab mereka sudah sering melakukan kesalahan terutama masalah barang yang mereka ambil kemudian pura-pura tidak tau menau. Ya semoga aja yang jadi pengganti mereka bisa jujur dan tidak akan melakukan kesalahan seperti mereka  telah lakukan……..timpal Enak dan di ikuti teman yang lainnya. Pada ahirnya semua selesai dan pengganti mereka yang keluar sudah tergantikan suasana kantor sudah kembali normal lagi dan semuanya berjalan seperti sedia kala.
 *Mahasiswi Universitas Tridinanti Palembang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar